TANGERANG SELATAN – Di tengah transformasi besarnya sebagai PTNBH, Universitas Terbuka (UT) terus memperkuat akuntabilitas publik demi menjamin keberlanjutan akses pendidikan bagi ratusan ribu mahasiswanya. Capaian ini divalidasi melalui raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan tahun 2025 yang baru saja diumumkan. Hasil audit ini memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola UT diperuntukkan secara tepat untuk mendukung visi pendidikan tanpa batas hingga pelosok negeri.
Pencapaian ini diumumkan dalam kegiatan Exit Meeting Audit Laporan Keuangan PTNBH Universitas Terbuka Tahun 2025 yang digelar di UT Pusat, Tangerang Selatan, Rabu (1/4/2026). Audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan (BDO Indonesia) ini menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi sistem di UT mampu mendukung tata kelola yang bersih dan akuntabel.
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim auditor yang berhasil menyelesaikan proses audit selama 141 hari kerja secara tepat waktu. Menurutnya, akuntabilitas keuangan adalah pilar utama dalam mendukung visi UT sebagai penyedia layanan pendidikan jarak jauh yang inklusif.
“Akuntabilitas adalah bagian penting dari integritas Universitas Terbuka. Di UT, kami memiliki tiga ‘dosa’ yang tidak diampuni, karena jika terjadi, kita bisa setback: kecurangan akademik, masalah moralitas, dan fraud pengelolaan keuangan,” tegas Prof. Ali dalam sambutannya.
Keberhasilan meraih opini WTP ini selaras dengan upaya global dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin ke-4 mengenai pendidikan berkualitas dan poin ke-16 terkait perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. Dengan tata kelola yang transparan, UT memastikan setiap rupiah yang dikelola dialokasikan untuk memperluas jangkauan pendidikan hingga ke pelosok negeri, sehingga tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam mengakses bangku kuliah.
Perwakilan KAP BDO Indonesia, Jaka Mulya, selaku auditor-in-charge, mengungkapkan bahwa proses audit kali ini cukup menantang namun sangat menarik karena UT memberikan keterbukaan data yang luar biasa. Pihaknya melakukan uji petik secara hybrid di berbagai unit pusat maupun daerah, termasuk peninjauan langsung ke Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT).
“Secara keseluruhan, laporan keuangan telah disajikan sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Tidak ditemukan salah saji material, dan seluruh isu signifikan telah diselesaikan,” jelas Jaka.
Selain laporan keuangan, KAP BDO juga menyerahkan management letter yang berisi rekomendasi strategis terkait optimalisasi aset dan penguatan sistem IT seperti E-Asset dan E-Revenue. Hal ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi UT untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum, Dr. Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si., menambahkan bahwa transisi UT menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) menuntut perbaikan tata kelola yang cepat. Keberhasilan audit ini menjadi modal berharga bagi UT untuk terus melayani ratusan ribu mahasiswa dengan sistem yang semakin solid, efisien, dan adil bagi semua lapisan masyarakat.